Petuah Pak Presiden Ibrahim Vatih dalam Menuntut Ilmu

Halo sahabat Sintesa semuanya, pada artikel kali ini saya akan sedikit berbagi cerita kepada anda semua,cerita apa yah?

Yah cerita dan berbagi mengenai beberapa wasiat dan petuah dari guru kita tercinta mas Ibrahim Vatih.
Selain mengajari kita mengenai bagaiamana mindset dan teknis dalam berbisnis, beliau juga sering memberikan kita berbagai wejangan yang berbau “akhirat”, ya memang begitulah beliau, selain menganjurkan kita untuk mapan di dunia, beliau “sangat-sangat” menekankan kepada kita untuk selalu memperhatikan urusan akhirat kita.

Lagi akur

Nah kali ini saya akan berbagi tips dan nasehat dari beliau, terkhususnya tips dalam menuntut ilmu, baik itu ilmu dunia maupun ilmu akhirat.

Insya Allah dengan menerapkan kurang lebih 5 hal berikut, maka ilmu apapun yang kita pelajari akan mudah untuk kita serap, pahami dan tentunya amalkan.
Pesan dan saran dari beliau saya rangkum dan ringkas ke dalam 5 hal sebagai berikut.


1. Ikhlaskan Niat di dalam Menuntut Ilmu


Sintesa

Mas Vatih sering mengingatkan kita, bahwasannya menuntut ilmu merupakan ibadah, yang mana setiap ibadah tentunya harus kita niatkan ikhlas karena Allah Ta’ala.

Lalu bagaimana sih yang dimaksud ikhlas dalam belajar ???

Kurang lebih beliau mengatakan ikhlas di dalam belajar ialah dengan meniatkan di dalam hati kita bahwasannya kita belajar untuk “mengangkat kebodohan di dalam diri sendiri dan di dalam diri orang sekitar”.

Dhuha

Oleh karena itu, beliau “sering banget” nasehatin kita untuk membuat sistem nantinya ketika kita nanti sudah pulang ke kampung masing-masing, yah semacam merekrut dan mengajak orang-orang sekitar untuk sama-sama maju baik dalam perkara dunia maupun akhirat.


2. Menulis Ilmu di Buku Jangan Hanya Didengar



Nah ini salah satu hal menjadi alasan bagi guru saya, Ibrahim Vatih kenapa beliau tidak membuat buku panduan dan kurikulum dalam mata pelajaran Sintesa.

Yah initinya beliau ingin kita terbiasa menulis dan mencatat apa yang kita dengar dengan baik, karena menurut beliau salah satu faktor dan adab agar kita mudah dalam menerima ilmu adalah dengan mencatatnya baik-baik, seperti sabda nabi kita :

قيدوا العلم بالكتابة

“Ikatlah ilmu itu dengan tulisan”


3. Tidak Malu dalam Bertanya



Ketika kita sedang menimba ilmu di suatu tempat, ilmu apaun itu maka beliau berpesan agar kita tidak malu dalan bertanya, karena tentunya di dalam menyerap ilmu kita tidak bisa langsung menyerapnya 100%, nah di saat kita bingung, maka di saat itulah kita harus bertanya dan menghilangkan rasa malu kita demi mendapatkan ilmu yang kita inginkan.


4. Menghormati Guru


Ini potret lebih dekatnya.

Ketika kita sedang menimba ilmu dari seseorang guru, baik dia memiliki usia yang lebih muda maupun lebih tua dari kita, maka satu hal yang harus kita lakukan, yakni senantiasa menghormati guru kita.
Beliau berpesan salah satu hal yang menjadikan ilmunya berkah saat ini “insya Allah” ialah karena dahulu beliau sering menghormati semua guru-guru nya, baik dari yang usianya lebih muda maupun yang usianya lebih tua, maka benarlah apa yang di sabdakan oleh Nabi kita :

البركة مع أكابركم

“Keberkahan itu bersama dengan orang-orang tua diantara kalian”


5. Senantiasa beristighfar dan berdzikir


Saking khusyuknya dzikir sampe ketiduran

Salah satu pesan lagi dari beliau adalah untuk kita memperbanyak istighfar, apalagiu ketika kita berbuat salah, seperti terlambat mengerjakan tugas atau melakukan kesalahan lain pasti beliau berkata “istighfar antum”.

Ya memang benar istighfar itu akan memudahkan hidup kita, oleh karena itu beliau sering-sering menganjurkan kita untuk beristighfar.

Demikian lah beberapa hal yang beliau sampaikan agar kita diberikan kemudahan dalam menimba ilmu, terima kasih guru kami mas Vatih, semoga Allah senantiasa memberikan antum kebaikan di dunia dan akhirat, Aamiin.

Leave a Comment