Peraturan & Prosedur Kepesantrenan

Tata Tertib

  1. Patuh pada keputusan & peraturan dari pesantren.
  2. Mengikuti semua kegiatan yang sudah ditentukan pesantren.
  3. Tidak meninggalkan lingkungan pesantren tanpa ijin.
  4. Tidak tidur di luar waktu tidur yang sudah ditentukan.
  5. Tidak mengakses hiburan pada jam aktif/ produktif.
  6. Tidak begadang & tidak berkegiatan di atas jam 22.00.
  7. Mengenakan sarung, peci/ kopiah, & kemeja/ koko pada saat shalat & belajar.
  8. Segera bersiap & beranjak ke masjid saat adzan berkumandang.
  9. Menggunakan fasilitas & sarana pesantren sesuai kebutuhan & bertanggung jawab.
  10. Menjaga kesehatan & minum 2 liter air mineral setiap hari.
  11. Mencatat setiap kali ada materi atau informasi yang disampaikan ustadz.
  12. Selalu menutup aurat termasuk saat olahraga.
  13. Tidak merokok di lingkungan pesantren.
  14. Tidak makan & minum dengan tangan kiri.
  15. Tidak berbicara kasar kepada siapapun.

Ijin Keluar, Cuti, & Menginap di Luar Pesantren

  1. Santri dilarang keluar lingkungan pesantren pada jam kegiatan pesantren.
  2. Semua santri yang keluar pada waktu istirahat wajib lapor kepada bagian keamanan & menulis laporan di buku perijinan.
  3. Dilarang meminjam kendaraan kepada warga di luar lingkungan pesantren.
  4. Semua santri yg ijin keluar wajib kembali ke pesantren sebelum pukul 21.30.
  5. Ijin menginap di luar pesantren wajib mengajukan cuti semester.
  6. Setiap santri berhak memiliki jatah cuti 5 hari per semester.
  7. Jatah cuti tidak dapat digabung dengan semester lain & libur lebaran.
  8. Kepesantrenan Sintesa berhak menerima atau menolak pengajuan ijin cuti.
  9. Pengajuan cuti wajib disertai lembar perijinan & ditandatangani Kepesantrenan Sintesa.
  10. Bila ada keluarga kandung yang meninggal dunia atau opname di RS, berlaku cuti darurat 3 hari tanpa mengurangi jatah cuti (1x per semester).
  11. Bila terlambat kembali ke pesantren, wajib lapor Kepesantrenan & jatah cuti wajib dikurangi sesuai dengan waktu terlambatan.
  12. Hari Ahad atau tanggal merah tidak mengurangi jatah cuti, namun wajib disambung dengan cuti pada hari lainnya.
  13. Menginap di luar dalam rangka menunaikan tugas tidak mengurangi cuti, namun tetap wajib membuat surat laporan & ditandatangani ustadz yang memberikan tugas.
  14. Kepesantrenan menyediakan opsi cuti berbayar senilai Rp50.000 per hari bagi santri yang memiliki keperluan mendesak atau sudah kehabisan jatah cuti & wajib ditransfer ke rekening pesantren sebelum meninggalkan pesantren.
  15. Jika tidak bisa kembali ke pesantren karena sakit, wajib memberikan surat keterangan dokter yang menyatakan perlu istirahat dalam jangka waktu tertentu.

Ramadan & Libur Lebaran

  1. Penetapan tanggal 1 Ramadan mengikuti keputusan pemerintah.
  2. Setiap santri wajib mengikuti kegiatan Ramadan selama 20 hari di Pesantren.
  3. Kegiatan tasmi hafalan Quran dilaksanakan ba’da Ashar & olahraga ditiadakan.
  4. Santri berbuka puasa di masjid Sintesa Dupak dengan membawa pakaian shalat & petugas konsumsi menyiapkan menu buka puasa.
  5. Perwakilan santri mengikuti kajian & buka puasa di Masjid al-Huda berdasarkan pembagian kelompok makan, berangkat pukul 16.30 & kembali di Pesantren pukul 18.30.
  6. Adzan Isya dikumandangkan 5 menit sebelum jadwal yg seharusnya & iqomah dikumandangkan 5 menit setelah adzan berkumandang.
  7. Shalat tarawih dilaksanakan di masjid Sintesa Dupak sebanyak 20 rakaat tarawih (10 salam) + 3 tarawih witir (2 salam).
  8. Petugas imam tarawih terdiri dari para guru & santri.
  9. Petugas bilal berasal dari imam tarawih yang sedang tidak bertugas & petugas kultum berasal dari santri yang tidak mendapat tugas imam tarawih.
  10. Para petugas wajib mempersiapkan bacaan & materi sebelum bertugas.
  11. Setelah selesai shalat sunnah ba’diyah, petugas bilal langsung memulai bacaan pertama & kemudian petugas imam langsung mulai menempati mihrab.
  12. Gerakan shalat dilaksanakan dengan tuma’ninah (tidak terburu-buru).
  13. Bacaan imam tarawih setiap rakaat terdiri dari 3 baris ayat & dibaca dengan tartil (makhraj & tajwid terdengar jelas).
  14. Bacaan imam pada saat witir terdiri dari 5 baris ayat (rakaat 1 & 2) + 3 Qul (rakaat 3).
  15. Pada tarawih rakaat ke-10, diselingi dengan pembacaan hadits & pada rakaat ke-20 diselingi dengan pembacaan kultum.
  16. Santri wajib membaca tadarus pribadi minimal 1 juz setiap hari & tadarus bersama di masjid minimal 2 juz setiap selesai tarawih (bergiliran).
  17. Pada malam ke-17 Ramadan, dilaksanakan tadarus Quran 30 juz mulai ba’da tarawih s/d ba’da Ashar (bergiliran).
  18. Libur lebaran dimulai pada tanggal 21 Ramadan & santri sudah dapat meninggalkan pesantren setelah acara pelepasan pada tanggal 20 Ramadan (H-10 lebaran).
  19. Libur lebaran tidak dapat digabung dengan cuti semester.
  20. Selama masa libur lebaran, seluruh kegiatan di pesantren dinonaktifkan.
  21. Sebelum libur, santri wajib melaksanakan kerja bakti bersama.
  22. Santri wajib kembali ke pesantren maksimal tanggal 11 Syawal (H+10 lebaran).
  23. Pada tanggal 13 Syawal kegiatan pesantren kembali aktif.

Hari Raya Qurban

  1. Setiap setelah shalat fardhu s/d tgl 13 Dzulhijjah, imam shalat memimpin takbiran.
  2. Setelah Isya pada malam 10 Dzulhijjah, masjid wajib dibersihkan & lantainya dipel utk persiapan shalat Ied & dilanjutkan takbiran s/d pukul 22:00.
  3. Setelah Subuh, sebagian santri wajib takbiran bergantian di masjid & santri yang lain langsung mandi/ persiapan shalat Ied.
  4. Shalat Ied dimulai 06:15 dengan Khatib ust Said & Bilal dari santri.
  5. Santri langsung sarapan setelah shalat Ied & lanjut persiapan qurban.
  6. Makan pagi, siang, & malam tetap disediakan dari dapur pesantren.
  7. Panitia qurban terdiri dari: peralatan/ perlengkapan (4 orang); penjagalan (3 orang); pengulitan (3 orang per ekor); pemotongan daging (3 orang per ekor); persiapan sate (2 orang per ekor); sisanya sebagai bagian kebersihan.
  8. Peralatan & perlengkapan qurban terdiri dari pisau daging, kapak/ golok, tali tambang, terpal, batang pohon, arang, tungku sate, tusuk sate, bumbu-bumbu, & perlengkapan P3K.
  9. Semua santri wajib berhati-hati saat menggunakan benda tajam termasuk tusuk sate.
  10. Penyembelihan & pengulitan dipandu oleh ust Umar.
  11. Pemotongan & pembagian daging dipandu oleh ust Fat-han.
  12. Meracik bumbu & pembakaran sate dipandu oleh ust Said.
  13. Semua aktifitas daging hingga potongan utk sate wajib selesai sebelum Zhuhur.
  14. Teras masjid wajib dipel & semua santri wajib mandi sebelum Zhuhur.
  15. Jika diperlukan, shalat Zhuhur bisa diundur s/d 12.30.
  16. Penusukan daging untuk sate wajib selesai sebelum Ashar.
  17. Jeroan qurban wajib segera dicuci & dibersihkan di sungai.
  18. Tulang, kepala, kaki, & jeroan qurban wajib segera diserahkan ke dapur/ catering.
  19. Daging mentah dibagi 60% utk sate, 40% sisanya utk karyawan & stok dapur.
  20. Bumbu & peralatan sate disiapkan oleh panitia qurban (dipandu ust Said).
  21. Sate untuk santri dibagi per kelompok dalam kondisi mentah & masing-masing kelompok membakar sate sendiri (dipandu ust Said).
  22. Sate untuk ustadz dibagi dalam kondisi mentah.
  23. Bekas pembakaran sate wajib dibersihkan & peralatan dikembalikan ke panitia qurban wajib.
  24. Hari tasyrik kegiatan belajar mengajar diganti dengan kegiatan outdoor.